Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, September 16, 2010

Menggapai Kebahagiaan

Saat kita berjemur dari basahnya khilaf

Terkadang hujan datang kembali

Melumuri tubuh kita dengan lumpur kesalahan

Yang sejenak menghilangkan aura dari pandangan


Begitulah, saat seorang dari kita sedang jatuh

Malam dengan sigap melahap kehidupan

Membalut dengan selimut palsu

Menghangatkan dengan keindahan yang semu


Pagi akankah datang?

Biarpun kau kejar ia takkan ada bila bukan untukmu

Bersahabatlah dengan malam,

Pelajari tiap sudutnya agar dapat kau pergi


Tidurlah, nikmati malammu hingga embun tiba

Bangun! Larilah sekuat asamu, terjang setiap aral yang melintang

Kejar cahaya pagimu, tiriskan semua khilafmu

Peluklah matahari, dan gapailah kebahagiaan...



Bumiayu, 11 Sept 2010

Senin, Oktober 19, 2009

Secarik Kertas Tergores Mimpi

Oleh-oleh dari Beny Damarhadi

sebutir peluh yang kerap ter-eja sebagai karya
tak mengalir deras di dahiku begitu saja
ada derap langkah yang penuh cita-cita
dalam cengkraman asa yang membakar jiwa

aku api untuk karyaku
aku air untuk hidupku
aku angin untuk sepoimu
aku tanah untuk hinggapmu

coretan alam adalah sejarah yang takkan hilang
goresan tinta selalu iringi sang penerang
lahir ke bumi dan hidup hingga kita menua
takkan ada yang luput, terlewati kisahnya

tapi maafkan aku, wahai kehidupan
tak selalu tinta emas tercoret dalam kitabmu
namun, perih ini terbius mimpi di lautan awan
semoga alam takkan lelah beriku ilmu

kejar! kejar mimpimu sampai di pelukan
selalu aku amini, sebab ia bawamu ke dalam perubahan
perubahan memang, tak selalu membawa perbaikan
namun perbaikan, selalu butuh sang perubahan

cinta melingkupi aura yang ikhlas terbuka tanpa benci
yang merakit mimpi dalam nyata sepanjang hari
kertasku, menunggu goresan brilian alam ini
aku yakin, Dia menungguku tuk melangkah pasti

Brebes, 19 Oktober 2009
:monolog hati atas mimpi-mimpi yang menggelayut di pepohonan memori

Rabu, Desember 10, 2008

Kawanku Saudaraku

Obrolan kemarin sebelum mentari meninggi masih siup di rongga telingaku

Mimpi masa depan yang ternyata hari ini, persahabatan dan kenangan biru

Pun pemberontakan pada kemalasan kita lawan dengan suka cita menggebu

Corak kehidupan di sungai kasih sayang bak pelangi yang selalu dirindu


Tautan jiwa bagaikan jaring berwarna-warni yang merangkai sebuah cerita

Saling berkait menyambung rasa, menghadirkan cahaya nuansa bahagia

Sepetik kembang merah, secarik kertas dan sedikit goresan tinta

Perlahan menampilkan arti sesungguhnya, kita kawan, kita saudara

------------
Ketanggungan, Brebes [10 Des 2008]
Didedikasikan untuk sohibku Akrom, Tini & Sari

Selasa, Desember 09, 2008

Suara Ikhlas (Pre Wedding)

Lembut menari dijiwaku, engkau membius dengan cara yang indah

Membuatku tersenyum, memberi sepoi pada perasaan yang kalut

Wahai aura yang menyinari tanpa jeda, tetaplah kau untukku

Kusadari dengan ikhlas, meringan langkah jiwaku karenamu

Kemarin, hari ini, esok dan sepanjang waktu yang tak berbatas

Usia tak menjadi bumerang liar, ketika engkau ikhlas dampingiku

Biarkan, gerimis airmatamu hanya untuk bahagia saja

Biasakan, hujan tawa kita bersama saat kesedihan datang

Melebur, aroma surga yang membaur dengan suara dunia


---------------------------
Ketanggungan, Brebes [H-10]

Pelupuk Masa (Pre Wedding)

Aku diantara dua dunia, satu langkah sebelum gerbang kehidupan terbuka

Tanpa menoleh lagi, meski gemetar aku melangkah dengan asa keyakinan

Kunciku, aku butuh wujudmu untuk menikmati gelora kehidupan esok hari

Sekelebat bayang pertanda belahan jiwa, dulu hilang kini datang kembali

Memberiku cinta sebenarnya, saling menopang, terjaga dalam tulus doa

Benar,engkaulah kunciku, seorang pencinta bernama Ikvatun Mu'minah

Merekah bunga memberiku aura, semakin jelas, semakin indah pendarnya

Hanya untukku, demi sebuah kisah kehidupan baru yang besarkan jiwaku


Ketanggungan, Brebes [H-8]